Mau Install Sistem Operasi? Coba Dulu Aja Di Virtualbox


TAKTIKTOP.com - Pernah mendengar istilah virtualisasi? Virtualisasi adalah menjalankan satu atau lebih sistem operasi virtual didalam satu sistem operasi. Terus apa bedannya dengan Virtualbox? Virtualbox adalah salah satu contoh software untuk menjalankan virtualisasi.

Masih bingung dengan istilah virtualisasi? Jadi gini, misalkan saya punya laptop diinstall Windows 7, kemudian saya ingin menambahkan lagi Windows 10 dan Linux Ubuntu ke dalam sistem, sehingga seluruh sistem operasi tersebut dapat dijalankan secara bersamaan? Lo emang bisa? Ya bisa lah!

Untuk menjalankan virtualisasi sederhana ini tentunya dibutuhkan software virtualisasi tersebut. Dalam contoh ini akan digunakan software Virtualbox, bagi yang belum punya bisa didownload secara gratis di situs resmi Oracle atau klik disini.

Software ini sangat cocok bagi yang mau coba install sistem operasi atau hobinya memang coba-coba install bermacam-macam sistem operasi. Dengan instalasi virtual tidak perlu repot-repot bolak-balik install apabila sistem operasi yang ingin dicoba tidak sesuai dengan harapan.

Okey langsung saja yuk kita coba melakukan virtual instalasi sistem operasi menggunakan Virtualbox, bagi yang belum punya bisa download dulu pada link diatas, kemudian diinstall hingga selesai, apabila ada konfirmasi pengenalan hardware baru diterima aja seluruhnya supaya lancar.

Virtualbox
Icon Virtualbox

Untuk memulai proses instalasi virtual buka dahulu program Virtualbox yang sudah terinstall pada sistem, maka akan muncul tampilan utama Virtualbox seperti pada gambar berikut.

Tampilan Utama VirtualBox
Klik pada tombol New yang ditunjuk dengan tanda panah merah, untuk menambahkan sistem operasi virtual.

Membuat Mesin Virtual Baru
Setelah mengeklik tombol New pada gambar sebelumnya maka akan muncul tampilan seperti pada gambar diatas sebagai konfirmasi untuk pembuatan mesin virtual baru.

Pada kolom Name isikan apa saja terserah untuk menamai mesin virtual. Pada kolom Type isikan jenis sistem operasi yang akan diinstall, jika Windows pilih Microsoft Windows, jika Linux ya pilih Linux pada kolom tersebut. Kemudian pada Version isikan versi dari sistem operasi tersebut.

Dalam artikel ini saya akan menggunakan Windows 7 sebagai contoh, karena itu pada Name bisa diisi apa saja, saya isikan Win7. Pada Type diisi Microsoft Windows dan pada Version diisi Windows 7 (64 bit).

Konfigurasi Besaran Ram Untuk Mesin Virtual
Selanjutnya muncul tampilan seperti pada gambar diatas, yaitu tampilan untuk mengisikan besarnya memori atau ram yang akan dialokasikan untuk menjalan mesin virtual yang akan dibuat.

Isikan besaran memori dengan cara menggeser atau bisa juga langsung mengisikan pada kotak merah. Ingat! Besaran memori jangan melebih setengah dari besarnya ram pada sistem utama. Atau gampangnya jangan melebihi garis yang berwarna hijau.

Menurut gambar diatas, sistem yang saya pakai besaran ram-nya adalah 4 GB, karena itu untuk mesin virtual yang akan dibuat diberikan ram 1280 MB atau satu seperempat GB. Jangan sampai sistem utama malah kehabisan memori disebabkan alokasi ram pada mesin virtual terlalu besar.

Membuat Virtual Hardisk
Selanjutnya muncul tampilan seperti pada gambar diatas, yaitu konfirmasi untuk membuat virtual hardisk pada mesin virtual. Pilih Create virtual hardisk now yang dikotak merah, kemudian langsung klik create.

Memilih Tipe Hardisk
Selanjutnya adalah tampilan untuk memilih tipe hardisk virtual yang akan dibuat. Pilih saja tipe bawaan software, atau urutan yang paling atas kemudian langsung klik Next. Pada tampilan-tampilan selanjutnya langsung klik Next saja sampai selesai dan kembali ke tampilan atau menu utama.

Mesin Virtual Berhasil Dibuat
Setelah kembali ke tampilan utama, dapat dilihat pada kolom sebelah kiri sekarang terdapat mesin virtual yang baru dibuat, karena tadi saya buat menggunakan nama Win7 maka yang tampil pada kolom tersebut juga Win 7 dan masih dalam status Powered Off atau belum dinyalakan.

Mengaktifkan Rekaman Video Virtualbox
Sebelum mengaktifkan atau menjalankan mesin virtual yang baru, ada beberapa konfigurasi yang harus dilengkapi terlebih dahulu. Klik pada tombol Setting maka akan muncul jendela pengaturan seperti pada gambar diatas.

Klik pada opsi Display maka akan kemudian masuk ke tab Video Capture dan berikan tanda centang pada Enable video capture untuk merekam segala aktifitas yang terjadi pada layar mesin virtual. Ini tidak wajib dilakukan, tapi jika ingin di dokumentasikan ada baiknya untuk dijalankan.

Memilih Iso 
Iso Windows 7
Masih dalam jendela pengaturan, masuk ke opsi Storage kemudian pilih Empty yang dikotak merah di tengah. Setelah itu klik icon cd kecil yang ditunjuk dengan tanda panah merah kemudian pilih Choose virtual optical disk file.

Maksud dari langkah tersebut adalah untuk memilih file image sistem operasi yang akan digunakan untuk instalasi virtual nanti.

Menjalankan Mesin Virtual
Setelah setting pada gambar-gambar sebelumnya dilengkapi, sekarang saatnya menjalankan instalasi virtual itu sendiri. Untuk menjalankan klik tombol Start yang berada pada kotak merah, apabila tidak ada kesalahan konfigurasi maka mesin virtual akan berjalan dengan lancar.

Instalasi Mesin Virtual Berjalan
Selanjutnya tinggal menginstall seperti biasanya saja. Setelah instalasi selesai  mesin virtual akan dapat digunakan seperti halnya menggunakan sistem yang aslinya tidak ada perbedaan sama sekali. Sampai disini berarti kamu telah sukses menjalankan virtualisasi ini.

Apabila sistem yang nanti sudah terinstall tidak sesuai dengan harapan atau mengecewakan maka tinggal hapus aja mesin tersebut dengan cara klik kanan ada mesin virtual ditampilan utama Virtualbox kemudian pilih Remove dan selanjutnya pilih Delete all data. Tinggal nyoba sistem operasi yang lain lagi yang diinginkan kalau cocok baru diinstall beneran. Enak to?


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »